10 Cara Menulis Artikel SEO Powerfull dan Analisanya

Menulis Artikel SEO

Panduan Menulis – Menulis artikel SEO merupakan salah satu strategi paling powerfull bagi blogger untuk meningkatkan jumlah visitor blog. Selain lebih baik kualitasnya, Search Engine Optimization atau yang dikenal dengan SEO diakui mampu memberikan efek yang lebih besar daripada strategi optimasi media sosial.

Lantas, apa itu SEO? Seberapa penting SEO bagi seorang Blogger? dan bagaimana cara menulis artikel SEO?Tukang Ketik

Mari kita simak satu persatu di PanduanMenulis.com

Pengertian SEO

Menulis Artikel SEO

Sederhananya, SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, yaitu strategi mengoptimalkan laman web di mesin pencarian dengan teknik khusus yang telah ditentukan.

Dengan teknik SEO laman web yang telah dioptimasi memungkinkan menempati urutan pertama di lama mensin pencarian dengan keyword tertentu. Sehingga persentase visitor akan lebih besar.

Sederhananya seperti itu.

Ada 2 bagian besar dalam SEO, yaitu SEO On Page dan SEO Off Page. On Page fokus ke struktur penulisan konten menurut mesin pencarian, sedangkan Off Page fokus ke pembangunan link, alias backlink.Tukang Ketik

Dari sini paham? Oke lanjut.

Pentingkah SEO?

Menulis Artikel SEO

Seperti hukum di agama Islam, ada wajib, sunah, dan haram. Pun dengan SEO, SEO bisa berhukum wajib, sunah, bahkan haram.

Kok bisa? Mari simak lebih lanjut.

SEO itu Wajib

SEO pada dasarnya tidak berhukum, sebab SEO hanyalah sebuah teknik yang direkomendasikan oleh mesin pencarian guna mengoptimalkan laman website.

Google sendiri tidak membebani pemilik web/blog harus menerapkan teknik SEO. Semua dibebaskan dan dikembalikan kepada pengelola.

Dengan catatan, bila pengelola web menggunakan teknik SEO, maka konsekuensi logisnya Google akan lebih merekomendasikan di mesin pencarian. Namun bila pengelola mengabaikan teknik SEO, Google akan merasa B saja pada web tersebut.

Nah, SEO hukumnya bisa wajib bila si pengelola web seorang internet marketer, pegiat SEO, publisher Adsense, maupun digital marketing.

Apapun posisi atau statusnya, bila ia diharuskan menjadikan mesin pencarian sebagai sumber utama visitor web, penjualan atau pemasaran, maka SEO hukumnya wajib baginya.

Catatan: Wajib disini bukan berarti dosa bila tidak dilakukan, melainkan berpotensi rugi atau tidak maksimal dengan hasil yang diperolehnya.Tukang Ketik

So, buat Anda yang menempatkan Google sebagai sumber visitor, penjualan produk, pemasaran, dan sejenis pemasaran online lainnya, tak ada kata lain selain wajib.

SEO itu Sunah

SEO bisa berhukum sunah, alias digunakan lebih baik, tidak digunakan juga tidak apa-apa. Berhukum sunah karena tidak ada tuntutan khusus baginya, sehingga nilainya akan lebih baik bila dilakukan.

SEO berhukum sunah bagi blogger yang tak dikejar target, baik penjualan atau Adsense, internet marketer pemula, dan penulis yang sekedar menyalurkan hobi menulisnya di blog.

Visitor bukan hal utama baginya. Adapun bila dibaca banyak orang, anggapalah itu bonus. Yang terpenting bagi mereka adalah kualitas konten, kebahagiaan psikologis dan melatih skill menulis.

Kalaulah teknik SEO diterapkan dalam webnya, khususnya penulisan artikel, maka itu lebih baik, alias sunah.

SEO itu Haram

Kok SEO bisa berhukum haram?

Sangat bisa. Karena SEO membutuhkan teknik khusus, ditakutkan akan merusak estetika artikel. Berikut beberapa konten yang haram menerapkan teknik SEO;

  • Cerpen
  • Puisi
  • Opini
  • Karya Ilmiah
  • dan konten lainnya yang memprioritaskan struktur gagasan, ide, atau alur.

Untuk mejaga nilai estetika, dalam kondisi ini SEO tidak berlaku lagi, bahkan haram untuk digunakan.

Kualitas konten jauh lebih penting daripada jumlah visitor. Buat apa menggunakan teknik SEO namun merusak nilai estetika dan kualitas konten yang dihasilkan.

Kesimpulannya, SEO itu bersifat kondisional, bergantung pada siapa dan untuk apa. Bisa berhukum wajib, sunah dan haram.

Bila Anda seorang internet marketer, maka SEO hukumnya wajib. Namun bila Anda hanya seorang blogger yang ingin menumpahkan isi kepala dan hati, menggunakan teknik SEO hukumnya sunah. Sebaliknya, bila Anda menggeluti bidang sastra, tak ada toleransi kecuali kata haram.

Sampai disini paham?

Jadi bagi Anda SEO itu penting atau tidak?

Cara Menulis Artikel SEO

Menulis Artikel SEO

Ada banyak banget cara menulis artikel SEO di internet. Baik yang ditulis oleh pegiat SEO, penyedia layanan hosting, hingga blogger pemula. Ini tak lain karena pasar pembacanya sangat besar dan selalu laku dari waktu ke waktu.

Disini saya tidak akan membagikan semua cara, karena pasti akan sangat panjang, bahkan lebih panjang dari sinetron Tersanjung dan Tukang Bubur Naik Haji.

Oke langsung saja ke poin utamanya.

Pilih Keyword yang Tepat

Sebelum Anda menulis artikel, baiknya tentukan keyword yang mau Anda bidik. Kalkulasi keyword tersebut berdasarkan jumlah pencarian dan jumlah persaingan.

Bila web Anda sudah memiliki cukup kekuatan, baik dari sisi DA maupun PA, membidik keyword dengan jumlah pencarian besar pun tak jadi masalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika web Anda baru seumur jagung dan Anda memaksakan menulis konten dengan jumlah pencarian bejibun. Ya auto tenggelam.

Untuk mencari keyword, biasanya saya menggunakan beberapa tool ini:

  • Keyword Sheeter
  • Ubersuggest
  • KWFinder
  • AnswerThePublic
  • Google Trends

Judul yang Keyword Full

Setelah Anda menentukan keywordnya, tahap kedua Anda perlu menentukan judulnya. Judul wajib mengandung keyword yang dibidik. Jangan sekali-kali membuat judul seenak hati tanpa memperhatikan aturan SEO On Page. Kecuali Anda sedang menulis puisi atau cerpen.

Simulasi [Wordpress]:

  • Keyword Anda : Menulis Artikel SEO
  • Judul : Cara Menulis Artikel SEO Dijamin Page One

Sedikit tips ala PanduanMenulis.com

  • Utamakan keyword nempel 100% di dalam judul
  • Jangan sekali-kali pisahkan keyword saat membuat judul
  • Buat judul sekreatif mungkin tanpa harus merusak susunan keyword
  • Udah gitu aja tipsnya.

So, apapun teknik Anda dalam membuat judul, pastikan 3 tips di atas Anda terapkan. Baik menggunakan angka, kalimat tanya, hasil survei atau apapun, pastikan keyword tetap tersusun rapi dalam judul.

Perhatikan URL

Ada yang bilang, makin panjang + gede, makin nikmat. Ah, sepertinya itu tidak berlaku di teknik SEO. Kata mayoritas mastah, baik Sugeng, Panduan IM, Blogodolar maupun Blogooblok, makin pendek url, makin bagus.

Saya sepakat dengan hal ini.

Cukup gunakan keyword sebagai url. Bahkan kalau perlu, cukup fokus keyword saja yang digunakan url.

Simulasi [Wordpress]:

  • Keyword : Menulis Artikel SEO
  • Judul : Cara Menulis Artikel SEO Dijamin Page One
  • Url : https://bloganda.com/artikel-seo

Sejujurnya saya pribadi kurang paham, apa alasan mendasar semakin pendek semakin bagus. Padahal di luar sana banyak sekali yang mengidolakan panjang + besar + keras. Eh, maaf, bukan itu maksudnya.

Namun setelah saya melakukan pengamatan ke banyak pegiat SEO, beberapa diantaranya yang saya sebutkan di atas, semuanya menggunakan url pendek.

Tidak percaya? Silahkan Anda cek sendiri.

Jumlah Kata

Mengenai jumlah kata yang pas dan powerfull untuk SEO, ada dua pendapat yang bisa Anda gunakan.

Pendapat ke-1 : Jumlah kata yang pas dan sangat direkomendasikan untuk SEO adalah 600–800 kata.

Pendapat ini juga didukung oleh sejumlah penyedia jasa tulis artikel yang menjamur di internet. Mereka selalu merekomendasikan 600 sampai 800 kata untuk artikel SEO Powerfull.

Bila Anda merujuk ke Yoast SEO, salah satu plugin SEO terbaik, minimal agar standar Yoast menyala hijau, Anda harus menulis setidaknya 300 kata. itu MINIMAL!

Pendapat ke-2 : Untuk mencapai puncak halaman 1 Google, Anda perlu menulis artikel pilar. Menurut Kontensiana, artikel pilar sendiri setidaknya ditulis minimal 2.000 sampai 10.000 kata.

Pun dengan PanduanIM, situs yang fokus membahas internet marketing ini merekomendasikan agar artikel ditulis minimal 2000 kata. Itu pun tetap harus melihat kualitas kompetitor. Selama jumlah kata yang Anda tulis kalah dengan kompetitor, maka jangan harap bisa menyainginya.

Saya lansir dari situs Whiteboard Marketing, menurut Forbes, rata-rata laman web yang memuat 600 sampai 700 kata sangat optimal untuk SEO. Forbes melanjutkan, laman web yang memuat tidak lebih dari 300 kata, sangat kecil bisa muncul di laman satu mesin pencarian.

Sedangkan menurut Searchengingland, konten yang lebih panjang (1000 kata lebih) cenderung lebih mudah masuk dalam laman satu Google.

So, saran saya, kedua pendapat di atas sama-sama kuatnya. Anda boleh memilih salah satu dari keduanya. Bila Anda menulis artikel ringan, silahkan ikuti pendapat Forbes. Namun bila Anda menulis artikel pilar, silahkan ikuti nasehat Searchengingland.

Sampai disini paham? Lanjut.

Penempatan Keyword

Diskursus SEO tidak melulu soal jumlah kata, penempatan keyword juga menjadi bahan diskusi serius di kalangan pegiat SEO.

Jika diperhatikan lebih jauh, ada perbedaan teknis di kalangan pegiat SEO mengenai keyword placement atau penempatan keyword.

Ada yang berpendapat, keyword harus ditempatkan di bagian paragraf awal, tengah dan akhir. Ada pula yang berpendapat, keyword tidak harus di paragraf awal, namun disebar secara natural dengan jumlah yang ditentukan.

Wow, rumit sekali bukan? Iya emang rumit.

SEO terkesan nampak rumit karena banyak pegiat SEO yang melakukan strategi pribadi untuk mengoptimalkan laman webnya. Sehingga teknik SEO nampak lebih rumit dan terkesan beragam.Tukang Ketik

Baiklah, agar Anda tidak bingung, saya akan bandingkan beberapa pegiat SEO Indonesia tentang teknik penempatan keyword “keyword placement”.

Perhatikan konten-konten ini;

  • Didik Arwinsyah : Belajar SEO WordPress [Paragraf 1]
  • SEOsatu : SSL Gratis (FREE) Selamanya by โ€“ CloudFlare [Paragraf 1]
  • PanduanIM : 5 Tahap untuk Bisa Masuk ke Halaman Pertama di Google dengan Keyword Apapun [Tidak di paragraf 1]
  • Sugeng : Tips Ngeblog untuk Pemula Yang Ingin Menghasilkan Uang [Tidak di paragraf 1]

Nah, mulai bingung kan? Keempat situs di atas semuanya pegiat SEO dan bisa dibilang bapak SEO Indonesia. Namun di saat yang sama keempat mastah juga menerapkan teknik yang berbeda.

Lantas sebaiknya mana yang harus diikuti?

Bila Anda masuk dalam kategori orang yang wajib menerapkan teknik SEO, saya menyarankan agar Anda main aman. Silahkan ikuti pendapat yang menempatkan keyword pada paragraf pertama.

Saya menyarankan demikian karena Yoast juga menerapkan aturan yang sama. Tak hanya Yoast, Tangibleword, situs yang fokus di inbound marketing dan content creation juga menjelaskan lebih detail mengenai penempatan keyword.

Berikut ringkasannya:

  • Judul
  • Pengantar (paragraf pembuka)
  • Subheadings
  • Isi konten
  • Gambar (Alt Teks)
  • Meta Url
  • Meta Deskripsi
  • Link Anchor
  • Menu Navigasi

Yups, itulah beberapa pendapat dan implementasi dari para pegiat SEO di Indonesia. Silahkan Anda pilih sendiri mana yang cocok bagi Anda. Namun saya menyarankan agar Anda cari aman saja.

Sampai disini paham kan?

Jumlah Keyword

Untuk jumlah keyword yang disebar dalam artikel, saya fix bersikap sami’na wa atho’na pada Yoast, yaitu 2,5% sampai 3% dari jumlah keseluruhan kata. Dan bila Anda menggunakan Yoast versi premium, jumlah keyword yang disebar antara 3% sampai 3,5%.

Mari berhitung!

  • 2,5% dari 1000 kata = 25
  • 3% dari 1000 kata = 30

Mudahkan cara menghitungnya? Kalau Anda malas menghitung, silahkan pantau lampu hijau Yoast saja. Jika sudah hijau atau menunjukkan persentase yang optimal, berarti jumlah keyword yang Anda sebar sudah pas.

Heading Subheading

Anda melihat daftar isi di bagian atas artikel ini kan? Nah, itulah yang dinamakan heading dan subheading pada konten.

Yoast memberikan wasiat bahwa heading dan subheading sangat penting dalam teknik SEO. Selain untuk memudahkan pembaca dalam memahami artikel Anda, heading dan subheading juga sangat mempengarungi mesin pencarian dalam proses crawling.

Ada beberap saran dari saya:

  • Heading bisa Anda gunakan untuk memisahkan poin bahasan dengan poin bahasan yang lain.

Contoh artikel : 5 Cafe Instagenic di Kediri

  • Kafe A [H2]
    • Penjabaran Kafe A
  • Kafe B [H2]
    • Penjabaran kafe B
  • Kafe C [H2]
    • Penjabaran kafe C
  • Kafe D [H2]
    • Penjabaran kafe D
  • Kafe E [H2]
    • Penjabaran kafe E

Itu contoh struktur artikel dengan menggunakan Heading 2 alias H2 pada konten yang bersifat point / numerik.

Pun sama, bila di H2 butuh penjelasan tambahan yang memerlukan perhatian khusus, gunakan H3.

Contoh artikel : 2 Cafe Romantis di Kediri yang Cocok Buat Malmingan

  • Kafe A [H2]
    • Menu cafe A [H3]
    • Suasana cafe A [H3]
    • Lokasi cafe A [H3]
  • Kafe B [H2]
    • Menu cafe B [H3]
    • Suasana cafe B [H3]
    • Lokasi cafe B [H3]

Oke, sampai disini sudah paham kan penggunaan Heading dan Subheading?

Link Internal & Eksternal

Lagi-lagi saya menduga Google menerapkan konsep ‘sedekah’ dalam teknik SEO. Maksudnya begini, agar web Anda masuk laman pertama mesin pencarian, Anda harus sedekah link eksternal terlebih dulu. Barulah di kemudian hari Google akan menghadiahi Anda dengan menempatkan web Anda di laman pertama.

Sedekah sekali, dapatnya berkali-kali lipat.

(Abaikan ilustrasi di atas, itu hanya simulasi saya pribadi)

Link Internal

Dalam teknik link internal, ada aturan kecil yang mesti Anda perhatikan.

Pertama, tanamkan link internal secara kontekstual ke laman web yang bisa menambah pengertian/penjelasan lebih lanjut dari konten yang Anda ulas.

Kedua, sebaiknya link internal tidak hanya diarahkan ke artikel liannya, tetapi juga ke Tag dan Kategori.

Link Eksternal

Dalam teknik link eksternal juga ada aturan kecil yang mesti Anda perhatikan.

Pertama, sebaiknya link eksternal ‘ditembakkan’ ke situs yang popularitasnya tinggi. Contoh, Wikipedia.

Kedua, sebaiknya situs yang menjadi sasaran harus relevan dengan konten yang sedang Anda ulas. Contoh, artikel ini sedang membahas seputar SEO, maka situs Yoast bisa menjadi sasaran link eksternal saya.

Sampai disini paham?

Optimasi Gambar

Saya kira gambar tidak perlu dioptimasi, alias asal comot dan pasang. Eh ternyata salah besar, gambar tetap harus dioptimasi.

Huft, sangat ribet ya ternyata menulis artikel SEO Powerfull?

Iya pastilah, namanya juga powerfull, pasti semua harus powerfull juga.

Baiklah, mari fokus kembali ke topik optimasi gambar.

Ada sejumlah aturan simpel untuk optimasi gambar.

  • Ukuran gambar maksimal 100 Kb. Lebih kecil lebih bagus.
  • Sebelum Anda memasang gambar di blog, silahkan compress dulu di TinyJPG.
  • Jika Anda mendesain sendiri, silahkan gunakan fitur “Save for Web” bukan “Save As”.
  • Jangan lupa isi Teks Alt pada gambar. Ini peting dan wajib untuk SEO.
  • Cantumkan sumber bila Anda memasang gambar yang bukan dari situs penyedia gambar gratis.

Sudah. Simpel banget kan?

Meta Deskripsi

Perhatikan juga Meta Deskripsi. Meta deskripsi yang akan mewakili keseluruhan isi artikel Anda di tampilan mesin pencarian. Makin menarik meta deskripsi Anda, makin besar potensi dibuka pembaca.

Menurut penuturan Yoast SEO, idealnya meta deskripsi ditulis tidak lebih dari 155 karakter dan tidak kurang dari 121 karakter.

Jangan lupa, sesuai wasiat Tangibleword, meta deskripsi harus mengandung keyword. So, buatlah meta deskripsi yang menarik dan tetap SEO Powerfull.

Kesimpulan

Menulis Artikel SEO

Sebetulnya intinya inti, core of the core dari cara menulis artikel SEO adalah mengikuti standar Yoast SEO. Jika semua hijau, maka struktur artikel Anda sudah bagus SEO-nya. Tapi jika warnanya jingga/oranye, bahkan merah, pasti ada yang salah dalam teknik SEO yang Anda gunakan.

Kesimpulannya sesimpel itu. Adapun tahap selanjutnya, seperti membagikan artikel ke media sosial, ke situs sosial bookmarking dan lain sebagainya, itu tidak lebih dari cara optimasi SEO Off Page.

Sedangkan untuk teknik menulis artikel SEO sendiri saya kira cukup sampai disini. Tidak lebih dan tidak kurang.

Cukup sekian dari saya, bila ada poin-poin yang kurang, silahkan ditambahkan di kolom komentar atau bisa menghubungi tim PanduanMenulis.com. Dan bila ada yang lebih, silahkan dibuang saja. (Bercanda).

QnA SEO

Menulis Artikel SEO
Untuk melengkapi topik menulis artikel SEO, saya akan jawab beberapa pertanyaan seputar SEO.Tukang Ketik

Apakah blogger pemula wajib belajar SEO?

Tergantung. Jika yang bersangkutan sudah menguasai teknik menulis yang bagus dan tujuannya untuk penjualan/pemasaran, maka hukumnya wajib. Jika sebaliknya, hukumnya sunah.

Apakah teknik SEO ini sudah sesuai algoritma Google terbaru?

Sudah. Teknik SEO yang saya sampaikan berdasarkan pengamatan, perbandingan dan materi terbaru yang saya sadur dari situs pegiat SEO.

Adakah rekomendasi web untuk belajar SEO?

Silahkan mampir ke PanduanIM.com

Seberapa penting performa web untuk optimasi SEO?

Di luar teknik menulis artikel SEO, performa web juga harus diperhatikan. Semakin bagus kecepatan akses web Anda, semakin powerfull pula optimasi yang Anda lakukan.

Silahkan belajar pemrograman web di Panduan Code untuk mengoptimalkan web Anda. Selanjutnya, cek performa web Anda di situs https://gtmetrix.com/.

Saya belum bisa menulis bagus tapi saya ingin belajar SEO, bisa kah?

Bisa. Tapi baiknya Anda belajar menulis terlebih dulu. Jika tulisan Anda sudah cukup bagus, enak dibaca, mudah dipahami, menguasai teknik menulis, silahkan belajar SEO lebih lanjut.

Apa tahap selanjutnya setelah artikel dipublish?

Anda bisa melakukan beberapa langkah ini;

  • Membagikan artikel ke media sosial
  • Menambahkan link artikel ke situs sosial bookmarking yang berkualitas
  • Mengindex artikel via Google Search Console
  • Jalankan strategi optimasi SEO Off Page atau Link Building
  • Sudah.

Berapa lama idealnya menulis artikel SEO powerfull?

3 sampai 4 hari.

  • 1 hari untuk riset keyword dan membuat kerangka artikel.
  • 1 hari untuk menulis artikel mentah.
  • 1 hari untuk menata keyword dan optimasi lainnya
  • 1 hari untuk mempersiapkan komponen gambar/visual

Lumayan lama ya? Ya begitulah alurnya kalau Anda menginginkan artikel yang berkualitas.

Adakah panduan menulis artikel bagi pemula sebelum belajar SEO?

Silahkan mengikuti situs PanduanMenulis.com, khususnya kategori Panduan agar Anda memperoleh panduan menulis setiap harinya.

Apakah dengan menerapkan semua teknik ini bisa menjamin naik ke laman 1 Google?

Bisa, jika Anda menyempurnakan semua teknik optimasi On Page dengan optimasi Off Page. Teknik menulis di atas hanya memberikan dampak 50% sampai 70% saja. Selebihnya Anda harus mengoptimalkan dengan link building atau optimasi Off Page.

Cukup?

Oke, sekian dari saya dan terimakasih!

38 Replies to “10 Cara Menulis Artikel SEO Powerfull dan Analisanya”

      1. Untuk menerapkan seo di situs donwload template itu sebaiknya menggunakan keyword “blogger template atau template blogger”

      2. Saya setuju dengan seo sunnah, saya sendiri masuk dunia blogger pada waktu kelas 2 SMA dulu.
        Tujuan saya nulis cuma buat mempelajari materi kimia lebih cepat, nah pas waktu ujian semakin padat jadi terbengkalai blognya. Pas saya lulus SMA ini saya memutuskan gapyear dan menulis kembali buat mengisi waktu luang sambil belajar. Actually, saya sebenernya ingin kerja buat biaya kuliah nanti tapi mendapat pekerjaan tak semudah yang saya kira.. ya sudah saya menulis (berharap *menghasilkan* nanti, cara kasarnya investasi haha) sambil mencari beasiswa . Duh malah curhat wkwk

        yang saya kelola saat ini: bidangkimia.blogspot com

  1. Panjang bener bro penjabaran menulis artikel seo nya, ane sampai gak sadar tak satupun artikel ane pakai seo macam nie,, txs bro.

  2. Wah keren banget tulisannya, informatif. Aku jadi paham bagaimana cara membuat blog sesuai SEO. Setelah ini diterapin ah. Ternyata nggak riweh seh asal sabar aja bikin artikel dan mau capek riset.

  3. Edan ini artikel, super duper lengkap cara menulis artikel SEO nya.

    Sampai bingung harus berkata apa. Yang pasti, Dijaman now ini SEO jauh lebih mudah dipahami dan diterapkan.

    Terlebih lagi kalau sudah berpengalaman bertahun tahun mempelajari, mengaudit, dan mengimplementasikan semua jenis tenik seo, pasti sangat mudah membuat artikel SEO yang dengan cepat bisa merangking di halaman satu google murni onpage seo tanpa offpage seo.

    1. Masih bingung soal bagian penempatan keyword itu yg cocok gimana apakah harus di setiap paragraf kita taruh keyword?

  4. Aaaaak, suka banget ada pembahasan ini. lope-lope dehhhh.
    Anw, gue sepantat banget sama kalimat ini: Kualitas konten jauh lebih penting daripada jumlah visitor. Buat apa menggunakan teknik SEO namun merusak nilai estetika dan kualitas konten yang dihasilkan. Nah, buat blog yg khusus sastra and the gank keknya ngga butuh SEO ya. Ntar juga pengunjung jadi berlangganan sendiri kok ๐Ÿ˜€

  5. Waw ternyata ada banyak pendapat soal SEO ini ya. Aku pribadi sejujurnya baru sekali menetapkannya tapi kurang tahu juga bekerja dengan baik atau ngga hehe. Sebetulnya bermanfaat asal tau tekniknya ngga njelimet yaa

  6. Wah lengkap banget panduan SEO di website ini, bakal aku coba praktikin satu-satu deh. Aku sih udah mulai ngisi backlink sama riset keyword

  7. Artikelnya keren Mas. Lengkap dan menggunakan referensi yang oke punya.

    Saya baca dari awal sampai bawah sambil ngangguk-ngangguk. Hanya 1 yang mungkin Saya beda pendapat.

    Dan ini (Beda pendapat dalam SEO) adalah hal wajar, seperti yang sudah ditulis di artikel ini.

    Saya kurang sependapat di bagian terakhir:

    “Sebetulnya intinya inti, core of the core dari cara menulis artikel SEO adalah mengikuti standar Yoast SEO. Jika semua hijau, maka struktur artikel Anda sudah bagus SEO-nya. Tapi jika warnanya jingga/oranye, bahkan merah, pasti ada yang salah dalam teknik SEO yang Anda gunakan.”

    Alasan Saya beda pendapat begini Mas:

    Terkadang, ketika kita “Memaksakan semua rekomendasi yoast”, konten kita justru terlihat kurang bernyawa.

    Tapi overall Saya setuju sama pembahasan ini. Keren Mas.

    Udah lama nggak muncul, sekalinya muncul langsung nulis sekeren ini. Asli keren!

  8. Artikel yang dibahas sangat mudah di fahami selain itu admin nya juga buka jasa tulis artikel loo tulisan nya enak dibaca+ Seo dan tesusun rapi pokoknya the best de liat deh dilink dibawah hasil ketikan adminya panduan menulis kebetulan saya pernah order

  9. Waww bener bener komplit penjelasan dan tata cara nulis artikel seo yang baik dn benar, sampe diakhir kalimat, saya bertanya tanya berapa lama belajar+nulis ginian, thanks yo gan

  10. Saya sudah kenal Mas Halfi lama. Makin kesini tulisannya emang makin keren. Selalu memberikan pemikiran baru diluar kebiasaan orang-orang. Lanjutkan Mas, saya tunggu tulisan keren selanjutnya.

  11. Pembahasan mengenai SEO secara dasar sudah sangat bagus dan komplit, nah alangkah baiknya jika membahas black hat seo agar orang orang yang masih awam tidak terjerumus kedalam black hat seo.
    Sebab kasihan jika mereka kena penalty dari Google.
    Dan juga saya sarankan pembahasan mengenai grey hat seo, karena 70% para blogger menggunakan grey hat seo walaupun mereka tidak menyadarinya.
    Sekian terimakasih.

    1. Wah, terima kasih Mas. Semoga selanjutnya sy bisa menyempatkan waktu untuk mengulas tuntas blackhat SEO maupun Grey SEO. Itu memang 2 pembahasan yang harus ditulis, agar rekan2 paham konsekuensi dan rekomendasi terbaik.

    2. waduh kok keterusan baca sampe kelar aku. tadinya cuma ngintip doang. kalo gini caranya, saya mending gak jadi murid dah. jadi pelanggan aja. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

  12. Artikelnya sangat bermanfaat bagi kita semua, bahasa yang digunakan sangat baik dan sangat mudah dimengerti. Terus selalu update ya bro agar kita semua lebih mengetahui bagaimana kinerja SEO dalam dunia perbloggeran.

  13. Mantap, penulisannya menggunakan analasis yang mendalam, menggunakan referensi dari berbagai sumber, dan riset.

    Istilah wajib, sunah, dan haram juga baru saya temukan di artikel ini, karena sudah banyak yang membahas tapi tidak sampai ke pemikiran tersebut.

    Seharusnya artikel ini juga populer dan menang di Google Search. Tetap semangat dan semoga semakin sukses mas bro…

  14. Penjabaran terkait 10 cara menulis artikel SEO powerfull sungguh membuat ku menjadi terbuka lebih didalam menambahkan wawasan dalam penulisan artikel…

    Jujur sih, banyak faktor yg mempengaruhi SEO. Namun penulisan konten yg SEO sangatlah penting.

    Ada artikel yg menyampaikan bahwa “Content is King” dan itu benar sekali.

    Mengapa demikian, dri website yg memberikan sumber traffic tertinggi pada situs adalah dri artikel atau konten..

    Adapun speed, ui ux, design, navigasi, backlink, dkk itu termasuk namun masih lebih utama Penulisan Konten. Ini menurut pengalaman dan pendapatku ya kawan ๐Ÿ˜‚…

    Mungkin berbeda2 sih dgn sudut pandang kawan2 yg lainnya…

    Oke deh itu sih tanggapanku terkait artike yg dibuat oleh kang Candra BI.. Lanjutkan kang…

    Ane izin selalu update info di blog akang dah ๐Ÿ˜‰

  15. Ini nih tulisan yang paling memikat para pembaca, Struktur kebahasaannya mudah dipahami dan Eyd nya juga baik. Hanya satu kesalahan kata yaitu “Diskursus”, Saya ingin belajar menulis dengan struktur kebahasaan yang mudah dipahami eh di grup blogger ada yang share artikel ini, semoga kedepannya saya juga bisa menulis seperti artikel ini sangat rinci dan mudah dipahami.

  16. Berbicara tentang SEO, yang tersirat pertama kali adalah njlimet nya. Benar saja jika masih banyak blogger merasa enggan untuk mempelajarinya sampai sekarang. Terlebih bahwa SEO itu bukan ilmu pasti dan selalu berkembang mengikuti algoritmanya simbah google. Biar tidak terkesan serem saya memaknai SEO menjadi ( Santai Enjoy dan Optimis )

    Semua komponen tentang bagaimana menulis artikel seo friendly sudah dibahas tuntas disini. Secara umum indikatornya merujuk pada plugin Yoast yang memang sudah terkenal sejak lama bagi pengguna CMS WordPress. Saya kira juga tidak jauh berbeda dengan indikator Rank Match Seo, hanya saja RMS lebih modern dan fleksibel dalam memberikan penilaian.

    Terpenting adalah jangan melupakan faktor user interface, karena sejatinya yang membaca artikel kita adalah real human. Sebisa mungkin menyajikan artikel yang komplit, enak dibaca dan bisa memuaskan hasrat para pembaca (seperti artikel ini) sehingga visitor akan berpeluang untuk mengexplorasi halaman blog yang lain. Jangan hanya terpaku mementingkan robot semata.

    Penggunaan Table Of Content (TOC) belakangan juga menjadi salah satu faktor yang cukup membantu untuk menyajikan struktur konten yang jelas dan tertata. Poin plusnya, beberapa tag heading yang digunakan bisa jadi jump link yang terindeks oleh mesin pencari, lumayan..!

    #Tambahan,
    Penggunaan permalink pendek dan mengandung keyword dimaksudkan agar lebih seo friendly, efektif dan akan mudah terbaca secara utuh di hasil penelusuran google. Umumnya panjang URL yang dianjurkan tidak lebih dari 75 karakter, setidaknya ini analisa dari saya pribadi mas. Belum tentu betul dan bisa saja salah ! ๐Ÿ™‚

    Terimakasih atas sharing ilmunya mas, semoga akan terus berbagi informasi menarik yang bermanfaat.

    Salam

  17. SEO itu bagai candu yang tak ada hentinya. Banyak teka teki dari penerapan SEO yang susah bahkan tidak bisa ditebak.

    Namun, tidak semua situs yang telah menerapkan teknik SEO tidak langsung barada di 3 halaman pertama pada mesin pencarian Google.

    Banyak pula, yang sangat terobsesi dengan SEO, memaksimalkan SEO pada artikelnya, sehingga artikelnya berantakan, acak-acakan dan muter-muter tidak sinkron dengan judul pembahasan. Tersebut merupakan hal yang tidak disukai oleh goole.

    Banyak juga yang tidak memikirkan tentang artikel yang SEO, ia memikirkan isi artikel yang enak dibaca pengunjung kayak gimana, agar pengunjung nyaman gimana, dan tanpa disadari artikelnya nangkring di 3 halaman utama pada pencarian Google.

    SEO itu susah ditebak!
    Meskipun sudah menerapkan SEO pada konten situs, menurut saya salah satu penyebab konten tidak bisa nangkring di halaman atas google yaitu DA & PA, yang mana kita dituntut meningkatkan Score tersebut, salah satunya dengan menggunakan Backlink berkualitas.

    Tapi, saya salut dengan situs panduanmenulis.com, pembahasannya yang panjang & jelas, memaksimalkan SEO, dan artikel-nya enak dibaca.

    Saya tunggu artikel mengenai DA & PA, saya percaya Panduan Menulis bisa menyampaikannya dengan baik!

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *