Qureta, Tempat Berbagi Ide

qureta

Qureta – Apakah Anda masih ingat dengan buku diary dan binder? Ya, kedua benda tersebut merupakan pusaka ampuh untuk melatih kemampuan menulis di era sebelum datangnya media sosial. Setiap hari kata demi kata disusun rapi tuk meramu sebuah karya tulis yang layak dibaca dan dibagikan ke teman sebaya.

Kadang jika Anda sedikit lebih PD, mading alias majalah dinding juga menjadi sarana untuk mengukur kualitas karya tulis. Jika naskah berhasil dimuat, itu petanda kualitas tulisan Anda cukup layak untuk dibaca khalayak umum. Bila sebaliknya, mungkin Anda perlu berlatih lebih keras lagi.

Itu dulu, berbeda dengan sekarang. Sejak jaringan internet mulai merata dan lahirnya platform blogging yang bisa dinikmati siapa saja, kini untuk mengasah kemampuan menulis kian lebih mudah.

Platform belajar menulis bukan lagi bernama buku diary atau binder, melainkan media online yang berakhiran .com .net .co dan lain sebagainya.

Belum lagi dengan hadirnya media sosial yang memungkinkan siapa saja bisa menulis, seperti Facebook, Twitter maupun Instagram. Kapan pun, dimana pun, Anda bisa menuangkan unek-unek dalam hati menjadi barisan kata yang siap dibaca sejuta manusia.

Namun tak asyik rasanya jika menulis tanpa kompetisi. Layaknya sebuah mading, dari banyaknya naskah yang dikirimkan, hanya naskah terbaik saja yang layak untuk diterbitkan.

Karenanya, penting bagi Anda yang ingin menajamkan kemampuan menulis untuk kenal dengan salah satu situs yang satu ini. Yaps, namanya adalah Qureta.

Tampilan situs Qureta.com

Qureta.com

Qureta.com merupakan situs microblogging yang dipelopori oleh Luthfi Assyaukanie, PhD. Situs yang bertajuk ‘Tempat Berbagi Ide’ ini memuat artikel-artikel reflektif yang ditulis secara sistematis dan mendalam.

Topik bahasan yang diangkat pun beragam. Mulai dari isu-isu kekinian, politik, ekonomi, keluarga, perempuan, sains, filsafat, hingga cerpen. Hampir semua topik dibungkus habis oleh Qureta.

Selain mengangkat topik yang cukup beragam, situs yang dipelopori Dosen Universitas Paramadina ini juga menjadi tempat ‘curhatnya’ para penulis dan intelektual ternama di Indonesia. Sebutlah seperti Ayu Utami, Anggun C. Sasmi, Goenawan Mohamad, Ulil Abshar, hingga Aan Mansyur, juga aktif menuangkan unek-uneknya di Qureta.

Nah, sebelum Anda mengasah kemampuan menulis di Qureta, baiknya Anda simak terlebih dulu beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Let’s Go!

Kelebihan Qureta

Kompetitif

Qureta terbilang cukup unik dalam menerima semua naskah yang masuk ke meja redaksi. Setidaknya ada dua jenis artikel yang diterbitkan.

Pertama, jika artikel Anda berkualitas secara konten dan bernilai daya baca tinggi, artikel Anda akan diterima dan diterbitkan di halaman depan / homepage.

Kedua, jika artikel Anda hanya sekedar original dan tidak melanggar aturan menulis, namun kualitasnya rendah, artikel Anda akan tetap diterbitkan namun tak dipajang di halaman depan / homepage.

Menurut hemat saya, ini kompetisi yang cukup adil dan bernilai juang tinggi. Sehingga semua penulis Qureta akan berjuang keras untuk meramu sebuah narasi yang tak sekedar original, namun juga berkualitas dan layak untuk dibaca banyak orang.

Top buat Qureta.

Syarat yang Mudah

Tak hanya mampu menciptakan nuansa kompetisi yang fair, Qureta juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mengasah kemampuan menulis. Hal ini dibuktikan dengan mudahnya syarat menulis di Qureta. Dengan begitu anak SMP pun tetap bisa berkompetisi dengan yang bergelar PhD.

Berikut beberapa syarat menulis di Qureta yang saya rangkum dari situs Qureta.com

  1. Semakin rapi tulisan, semakin cepat diterbitkan.
  2. Sebelum mengirimkan tulisan, pastikan data diri dilengkapi, baik foto dan keterangan biodata.
  3. Perhatikan cara penulisan judul artikel. Huruf besar hanya di awal kata saja, bukan semua kata menggunakan huruf besar.
  4. Setiap tulisan harus disertai gambar, standarnya 400 piksel, atau 600×400 px.
  5. Panjang tulisan antara 700 hingga 1000 kata.
  6. Panjang setiap paragraf dalam artikel antara 2 hingga 4 baris. Jika lebih dari itu akan sangat panjang bila dibaca dari ponsel.
  7. Tulisan harus memperhatikan tata bahasa standar, dari tanda baca, huruf besar-kecil, penggunaan transliterasi dan penggunaan huruf miring pada kata-kata asing.
  8. Pilih kategori/topik tulisan sesuai teman yang Anda tulis.
  9. Jangan mengirimkan dua naskah dengan isi yang sama dan jangan menggunakan judul yang sama di naskah yang berbeda.
  10. Jangan mengirimkan tulisan yang sudah dipublikasikan situs lain.

Mudah kan? Semua persyaratan hanya bersifat teknis dan tidak ada persyaratan khusus yang menyulitkan penulis pemula.

Mau berlatih menulis? Segera buat akun Qureta-mu dan mulailah menulis!

Topik yang Beragam

Meski secara sepintas Qureta terlihat seperti situs yang memuat konten-konten berat, seperti politik, keagamaan, sains, dan filsafat, namun sebetulnya Qureta menyediakan topik yang beragam.

Tak sedikit penulis Qureta yang memenuhi halaman depan dengan artikel fiksi dan tips-tips ringan. Untuk menggugah selera Anda, berikut saya beberkan ragam topik di Qureta.com

  1. Agama
  2. Budaya
  3. Buku
  4. Cerpen
  5. Ekonomi
  6. Filsafat
  7. Gaya Hidup
  8. Hiburan
  9. Hukum
  10. Keluarga
  11. kesehatan
  12. Kuliner
  13. Lingkungan
  14. Media
  15. Olahraga
  16. Pendidikan
  17. Perempuan
  18. Politik
  19. Puisi
  20. Saintek
  21. Sejarah
  22. Seni
  23. Tips dan Trik
  24. Wisata
  25. Info
  26. Pariwara
  27. Sosok dan
  28. Lainnya

Itu saja masih harus ditutup dengan lainnya, karena masih banyak ide yang bisa ditampung oleh Qureta. Kira-kira dari 28 topik itu, Anda siap menulis di topik yang mana?

Sejajar dengan Penulis Ternama

Yang tak kalah menarik adalah Anda bisa sejajar, bahkan bisa mengalahkan penulis ternama Indonesia di kolom ‘terpopuler’.

Sekali lagi Qureta sangat fair kepada penulisnya. Semua penulis memiliki kesempatan yang sama guna memperebutkan puncak kolom ‘terpopuler’.

Qureta tidak pandang bulu, sekalipun Anda masih duduk di bangku SMP, jika tulisan Anda berkualitas, dibaca banyak orang, tak menutup kemungkinan tulisan Anda duduk di singgahsana ‘terpopuler Qureta’.

Secara algoritma, kolom terpopuler di Qureta tidak ditentukan oleh redaksi, melainkan jumlah views / pembaca pada artikel. Semakin banyak yang membaca, semakin cepat artikel tersebut merangkak naik ke kolom ‘terpopuler’.

Dengan konsep seperti itu artikel Anda sangat mungkin untuk duduk sejajar dengan artikel coretannya Goenawan Mohamad atau Ayu Utami, bahkan lebih tinggi. Kalau sudah begini, masihkan Anda berpikir dua kali untuk menulis di Qureta?

Kekurangan Qureta

Komposisi Tidak Merata

Meski Qureta menyediakan beragam topik yang memudahkan penulis untuk menulis sesuai genrenya, faktanya artikel yang terbit di halaman depan tidak cukup merata. Artikel yang membahas isu-isu kekinian takarannya selalu lebih besar daripada artikel yang mengangkat topik ringan, seperti tips dan trik, atau wisata.

Karenanya seperti yang saya katakan di atas, secara sepintas Qureta terkesan sebagai ‘situs berat’ dan tidak berpihak pada penulis pemula. Hal ini tentu disebabkan oleh tidak meratanya jumlah artikel yang masuk ke halaman depan dari setiap topik.

Namun bisa jadi, jumlah artikel dengan topik ringan yang masuk ke meja redaksi memang tak sebanyak topik isu-isu kekinian. Sehingga tim redaksi mau tidak mau harus memilih artikel bertopik berat tersebut.

Saran Saja

Agar pembaca dan penulis Qureta juga dipenuhi anak dibawah umur, baiknya perlu pemerataan antara ‘topik berat’ dengan ‘topik ringan’ di halaman depan, khususnya di headline.

Dengan begitu mereka yang ingin mengasah kemampuan menulis di Qureta tidak merasa minder di awal dan wajah Qureta tak selalu tegang bagi anak usia dini.

Masih Gemar Typo

Bukan manusia namanya jika tak pernah lupa. Dengan adanya typo / saltik di beberapa artikel yang terbit di halaman depan, itu petanda redaksi Qureta tetaplah manusia biasa. Ia masih bisa lupa dan ngantuk.

Walau Qureta sudah menerbitkan halaman khusus aturan penyuntingan, sayangnya tim Qureta terlalu sedikit untuk mengerjakan puluhan hingga ratusan artikel yang masuk ke meja redaksi setiap harinya. Alhasil, typo pun tak terhindarkan, bahkan kadang tak disunting sama sekali.

Mungkin ini kabar baik bagi mereka yang artikelnya selalu gagal diterbitkan dan kemudian diterbitkan lantaran keletihan tim redaksi. Namun tidak bagi mereka yang selalu menunggu artikel berkualitas + menyegarkan di setiap harinya.

Agar Anda tahu siapa saja pahlawan-pahlawan dibalik Qureta, berikut jajarannya:

  • Luthfi Assyaukanie, Founder/CEO
  • Maman Suratman, Editor
  • Khairul Anam, Program Manager
  • Lita Saripatul Aula, Finance
  • Dhamar Husain, Web Developer
  • Robby, Web Developer

Kira-kira jika setiap hari ada 50 sampai 100 judul artikel yang masuk ke meja redaksi, apakah penyuntingan akan efektif dengan tim yang berjumlah 6 pahlawan ini?

Semoga efektif.

Saran Saja

Saya pribadi tidak tahu berapa jumlah artikel yang masuk ke meja redaksi setiap harinya. Saya juga tidak tahu bagaimana mekanisme penyuntingan artikel di Qureta. Apakah yang berhak menyunting hanya editor, atau semua tim juga turut berembuk, saya kurang tahu.

Namun, bila dilihat dari beberapa artikel yang terbit di halaman depan Qureta, rasa-rasanya tim editor perlu ditambah lagi. Harapannya, jumlah typo semakin kecil dan semua artikel benar-benar disunting dengan baik.

Grafis yang Membosankan

Qureta

Jika Anda memperhatikan setiap jengkal artikel yang diterbitkan, tak sedikit yang menggunakan grafis / gambar yang sama sebagai thumbnail. Bagi saya pribadi, ini cukup membosankan dan terkesan kurang elegan. Anda merasa seperti itu juga kah?

Mungkin di topik olahraga, isu-isu kekinian atau buku, terlihat lebih variatif.. Tapi bagaimana dengan topik filsafat, keagamaan, atau yang lain, banyak sekali yang menggunakan thumbnail sama.

Di tengah trend grafis yang kian modern, Qureta bisa terbilang cukup ketinggalan dalam masalah ini. Beberapa situs lain sudah menyelaraskan grafis dengan konten yang dibahas. Bahkan situs seperti Mojok.co mendedikasikan tim grafis tersendiri untuk menciptakan desain grafis yang berkarakter.

Saya rasa inilah PR besar bagi Qureta. Menciptakan karakter grafisnya tersendiri dan menyelaraskan grafis thumbnail dengan isi konten. Dengan begitu saya yakin situs bertajuk ‘Tempat Berbagi Ide’ ini akan merdeka 100%, eh maksudnya sempurna 100%.

Saran Saja

Agar tak ketinggalan jaman dalam urusan grafis dan tak ditemukan lagi ketidaksinkronan antara grafis dengan isi konten, Qureta perlu membentuk tim grafis tersendiri.

Qureta butuh pahlawan baru yang siap didedikasikan menciptakan grafis yang khas, yang mampu mengharmoniskan judul dengan thumbnailnya. Sehingga konten ciamik dengan judul yang cetar membahana bisa dihidangkan dengan sempurna.

Oke?

Yups, demikian ulasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan Qureta. Situs microblogging yang siap menampung segala ide Anda, situs yang akan mengasah kemampuan menulis Anda lebih tajam lagi. Setajam SILET.

Panduan Menulis di Qureta

Karena Qureta mempersilahkan siapa pun untuk menumpahkan ide disana, saya akan pandu Anda langkah demi langkah cara menulis di Qureta.

  • Siapkan email terlebih dulu. Gmail lebih baik.
  • Akses situs https://qureta.com
  • Klik icon bergambar orang di pojok kanan atas, seperti gambar dibawah ini.
Qureta
  • Setelah masuk ke halaman login, silahkan klik “Daftar”.
Qureta
  • Berikutnya, isi semua form pendaftaran dengan data diri Anda. Upayakan menggunakan data asli, bukan data samaran.
Qureta
  • Setelah Anda berhasil mendaftar, lengkapi pula Bio Anda di fitur “Pengaturan Akun”. Isi bio dan ganti foto background Anda sesuai selera.
  • Bila sudah, Anda bisa langsung menulis dengan cara klik icon “Pena” dibagian pojok kanan atas, sebelahnya icon “Profil”.
Qureta
Tampilan Laman Menulis
  • Setelah Anda masuk ke laman menulis, silahkan langsung menumpahkan unek-unek Anda disini secara sistematis dan mendalam.
  • Sebelum mengirimkan ke editor, jangan lupa untuk beberapa hal sebagai berikut:
    1. Tulis judul artikel dengan benar dan sesuai aturan
    2. Jika Anda butuh judul opsional, tuliskan dibawah judul utama
    3. Pilih topik artikel yang relevan dengan apa yang Anda tulis
    4. Sertakan gambar yang relevan dengan isi artikel. Jangan lupa sertakan kredit gambar bila Anda mengambil dari Google
    5. Bila semua sudah sesuai aturan dan artikel siap dipublikasikan, silahkan klik “Kirim”.
    6. Selanjutnya Anda hanya tinggal menunggu hasil dari penyuntingan tim redaksi. Waktu penyuntingan di Qureta paling cepat 1 jam dan paling lama 1 x 24 jam.
    7. Status artikel Anda bisa dilihat di fitur “Tulisanku”.

Mudah sekali kan?

Demikian ulasan mengenai Qureta, si Tempat Berbagi Ide yang sangat ciamik untuk mengasah kemampuan menulis.

Yuk segera daftar di Qureta dan terbitkan tulisan terbaik kamu. Bersianglah dengan nama-nama besar disana, InsyaAllah dengan terus berlatih dan mengembangkan wawasan, tulisanmu akan bertengger di kolom ‘terpopuler’ bersama para Doktor dan Profesor ternama di Indonesia.

Sekian dan terimakasih!

4 Replies to “Qureta, Tempat Berbagi Ide”

  1. Qureta ini menurut saya emang media opini yang cocok buat yg baru mulai menulis. Selain kurasinya enggak terlalu ketat, pembaca loyalnya juga lumayan banyak. Apalagi, Qureta juga beberapa kali ngadain lomba esai. Hadiahnya enggak main-main lho.

    1. Yaps, betul. Saat pembentukan Qureta pertama kasih sy hadir Gan, karena kebetulan pak Luthfi dosen sy di Paramadina. Qureta cocok banget buat belajar menulis dengan tingkat kompetisi yang tidak terlalu berat, tapi tetap elegan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *